SELFIE oh SELFIE
Selfie
adalah memotret diri sendiri dengan menggunakan Gadgate. Selfie atau memotret diri sendiri
untuk kemudian mengunggahnya ke jejaring sosial saat ini menjadi bagian dari
gaya hidup. Bahkan, istilah selfie kini sudah
masuk dalam kamus dan ditempatkan sebagai Oxford English Dictionary's 2013 Word
of The Year.
Perilaku
narsisme di media sosial ini pun sudah berlaku universal. Tak cuma masyarakat
biasa, kalangan elite seperti presiden, pejabat, dan selebriti pun sudah
ketularan perilaku ini. Survei dari Pew Internet & American Life Project
menyatakan, 54 persen pengguna internet punya kebiasaan mengunggah potret
dirinya ke dalam Facebook, Twitter, atau jejaring sosial lainnya.
Menurut saya
Selfie itu sekarang sudah hal yg biasa dizaman globalisasi ini , keinginan memotret, mem-posting, dan mendapatkan
"likes" dari situs jejaring sosial merupakan hal yang wajar pada
setiap orang. “Keinginan ini dipengaruhi rasa kita pada hubungan sosial dengan teman, masyarakat dll. Dgn
adanya likes atau komentar dari orang lain secara biologis, menimbulkan pengakuan sosial dan merupakan
kebutuhan bagi diri manusia untuk berinteraksi dan bersosialisasi, bahkan ada area pada otak yang
dikhususkan untuk aktivitas sosial.
Aku sendiri juga suka Selfie an, baik di kantor, di rumah ataupun sedang menikmati perjalanan. Apalagi kalau sedang pakai baju baru, ada sesuatu yang aneh, ada hal-hal menarik disekitar kita, biasanya diabadikan melalui selfie. Ada rasa bahagia tersendiri kita bisa memotret diri kita sendiri dan melihat hasilnya. Kalau foto selfienya tidak bagus dan tidak sesuai harapan, maka harus diulang kembali sambil tersenyum" bahagia.. ... He he he jadi GEER deh...
Dari penjelasan tsb diatas, saya menghubungkan “selfie” dengan teori “ Diri atau self ”
Diri atau self mempunyai definisi sebagai serangkaian keyakinan yang kita punya mengenai diri sendiri. Ini termasuk karakteristik penting yang ada di dalam diri, keunggulan, kekurangan, hal-hal yang disukai, hal-hal yang dihindari.
Darimana self terbentuk?
Teori yang menjelaskan pembentukan self salah
satunya adalah teori perkembangan sosial Erikson yang menjelaskan mengenai
formasi identitas. Namun dalam perkembangannya psikologi sosial menjelaskan
beberapa hal yang dapat membentuk self.
1. Sosialisasi………….Proses sosialisasi adalah
proses dimana individu mendapatkan aturan, standar, dan nilai dari keluarga,
kelompok, masyarakat dan budaya.
Dihubungkan dengan selfie
tsb, orang yang berselfie pasti sudah tahu proses sosialisasi tsb melalui media
social yang mereka upload.
2. Penilaian reflektif………….Penilaian reflektif adalah
evaluasi diri sendiri berdasarkan persepsi dan evaluasi orang lain. Sebagai contoh ketika kita memposting foto selfi kita, akan
ada komentar ttg yg kita upload.
3. Umpan balik dari orang lain
Penelitian
Festinger (1954… Orang lebih senang mendapatkan umpan balik dari orang lain. Dari postingan di medsos, pasti ada yang “likes”
dan komentar baik bersifat positif maupun negative.
4. Self perception…....Orang melihat kualitas diri dari persepsinya mengenai tingkah laku diri kita dlam berselfie ria
5. Melabelkan diri dari apa yang kita suka (Labeling Arousal States)…………Kita mengambil kesimpulan dari
apa yang membuat kita senang. Hal ini dalam bahasa awam sering disebut sebagai
selera. Kita menyukai hal tertentu karena ini sesuai dengan selera kita.
6. Perbedaan lingkungan…………perbedaan lingkungan ini
meliputi ras, suku, gender. Ini terjadi pada pendapat sosial,
krn beda lingkungan dari dunia nyata ke duania maya.
7. Perbandingan sosial………Yang dimaksud perbandingan sosial
adalah tingkah laku membandingkan emosi, kemampuan, dan opini antara diri
sendiri dengan orang lain. Dari likes dan komentar di medsos, saya rasa kita bisa mengetahui
keadaan diri kita dengan orang lain dari sisi manapun.
Selfie
intinya adalah menciptakan keseimbangan dan membuka pikiran kita untuk
mengerti. Ada sisi menguntungkan yang diperoleh bila melakukan selfie dengan benar.
Bila merasa lebih baik dengan selfie,
tentu hal ini baik untuk diri pribadi dalam berinteraksi sosial dengan yang
lainnya.
Semua kembali ke diri kita, mau selfie atau nggak. Kalau membuat kita senang, lanjutkan, tapi kalau merasa gak nyaman dan kuatir ada komentar yang negatif dari orang lain dan kita gak siap menerimanya lebih baik gak usah selfie deh...









