Friday, September 4, 2015



Selamat Hari Pelanggan Nasional


Hari Pelanggan Nasional diperingati setiap tanggal 04 September 2015 setiap tahunnya yang dicetuskan tahun 2003 oleh Handi Irawan.
Negeri ini memerlukan revolusi kepuasan pelanggan, kata Handi Irawan. Karena pelanggan hanya puas bila mendapat layanan yang baik.

Hari pelanggan nasional bertujuan agar perusahaan kita dpt memaknai keberadaan pelanggan yang sdh membesarkan operasional perusahaan. Tak semua pelanggan merasa puas dengan pelayanan kita yang menyediakan berbagai produk , fasilitas selama menjadi pelanggan kita.


Salah satu souvenir yg diberikan ke pelanggan adalah reflika topeng Rama dan Shinta... Sebagai lambang cinta dan setia kepada pasangannya.
Begitu juga dgn klien dan customer kita, sbg tanda setia memakai produk serta jasa dari pelayanan yang kita berikan...

Tanggal 04 September sebagai refleksi dan momentum serta pengingat bahwa ada saatnya pelanggan harus lebih di apresiasi dgn baik. Dan saatnya memberikan semangat dan tekad pada kita untuk senantiasa mendahulukan kepentingan pelanggan. Tekad memberikan senyum pelanggan akan memacu profresionalisme. Bila profesionalisme terus ditingkatkan, diharapkan akan berkurang banyaknya keluhan atau klaim yang sering tercantum di media cetak atau melalui media audiovisual atau elektronik.

Kalau pelanggan sdh diberikan pelayanan yang baik dan puas akan produk dan fasilitas yg dipakai dan yang kita sediakan, maka sebagai timbal baliknya pelanggan akan datang terus menerus ke kita untuk selalu setia memakai produk dan layanan kita.
Tiada hari tanpa pelanggan, selamat hari pelanggan nasional
Salam dan senyum pelanggan dari seluruh penjuru Indonesia.




Wednesday, September 2, 2015

R E N U N G A N


Copas dari teman...

Ada 2 org ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju.
Ternyata pemilik toko lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

Ibu pertama jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu...

Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.
Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?”
Lantas dijawab “kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain.”
"Tapi ia melayani kita dengan buruk sekali" bantah Ibu pertama.
"Itu masalah dia.
Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita," jelas Ibu kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya.
Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba² jadinya demikian pelit, kalau harus berurusan dengan orang tsb. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita, kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu?
Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak! Kita yang bertanggungjawab atas hidup kita, bukan orang lain...
Hidup kita terlalu berharga..., oleh sebab itu: "Make Yourself Meaningful for Others!!"
Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.
 Amin YRA....